Penunjukan Kontroversial: Ade Armando Resmi Menjabat Komisaris PLN Nusantara Power

Penunjukan Kontroversial: Ade Armando Resmi Menjabat Komisaris PLN Nusantara Power – Penunjukan Ade Armando sebagai Komisaris PT PLN Nusantara Power (PLN NP) memicu sorotan publik dan diskusi hangat di berbagai kalangan. Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dikenal sebagai akademisi dan pegiat media sosial ini resmi dilantik dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 3 Juli 2025, menggantikan jajaran komisaris sebelumnya sebagai bagian dari restrukturisasi manajemen anak usaha PT PLN (Persero) tersebut.

Latar Belakang Penunjukan dan Struktur Baru Komisaris

Penunjukan Ade Armando dilakukan atas persetujuan dari Danantara, Kementerian BUMN, dan PT PLN (Persero). Dalam restrukturisasi tersebut, PLN NP merombak total jajaran komisarisnya, dengan susunan baru sebagai berikut:

  • Edi Srimulyanti – Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen
  • Ade Armando – Komisaris
  • Suharyono – Komisaris
  • M. Pradana Indraputra – Komisaris
  • Adam Muhammad – Komisaris
  • Muhammad Syafi’i – Komisaris

Sementara itu, posisi Direktur Utama PLN NP tetap dijabat oleh Ruly Firmansyah, dengan lima direktur lainnya yang menangani bidang operasional, keuangan, pengembangan bisnis, dan pembangkit listrik.

Profil Singkat Ade Armando

Ade Armando lahir di Jakarta pada 24 September 1961. Ia dikenal sebagai akademisi di bidang komunikasi, dengan latar belakang pendidikan:

  • S1 Ilmu Komunikasi – Universitas Indonesia (1988)
  • S2 Population Studies – Florida State University, AS (1991)
  • S3 Ilmu Komunikasi – Universitas Indonesia (2006)

Kariernya mencakup berbagai peran:

  • Dosen tetap FISIP UI
  • Ketua Program Studi S1 Ilmu Komunikasi UI
  • Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)
  • Direktur Media Watch & Consumer Center
  • Peneliti di Saiful Mujani Research and Consulting (SRMC)

Ade juga aktif di media sosial dan dikenal sebagai figur yang vokal dalam menyuarakan isu-isu politik dan sosial.

Jejak Politik dan Aktivisme

Ade Armando bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada 2023 dan mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari DKI Jakarta II dalam Pemilu 2024, meski tidak lolos ke parlemen. Ia juga mendirikan Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS), sebuah organisasi yang menolak menjadi partai politik namun aktif dalam advokasi kebangsaan.

Sebagai politisi, Ade dikenal karena pandangannya yang tajam dan kontroversial, termasuk kritik terhadap politik dinasti, dukungan terhadap pluralisme, dan keterlibatannya dalam berbagai diskusi publik.

Kontroversi dan Sorotan Publik

Penunjukan Ade Armando sebagai komisaris PLN NP tidak lepas dari kontroversi masa lalunya, antara lain:

  • Pernyataan “Allah bukan orang Arab” yang sempat dilaporkan sebagai penistaan agama
  • Dukungan terhadap Ahok dalam kasus penistaan agama
  • Unggahan meme berbau SARA di media slot bonus new member sosial
  • Pengeroyokan saat demo mahasiswa di DPR pada April 2022
  • Pernyataan tentang hafalan Al-Qur’an yang dinilai merendahkan

Meski demikian, pihak PLN NP menyatakan bahwa penunjukan komisaris dilakukan berdasarkan pertimbangan profesional dan kebutuhan strategis perusahaan.

Tanggapan dan Pernyataan Resmi

Ade Armando membenarkan penunjukan dirinya sebagai komisaris dan menyatakan bahwa proses serah terima jabatan telah dilakukan pada Kamis, 3 Juli 2025. Ia menyampaikan komitmennya untuk mendukung transformasi PLN NP menuju energi bersih dan efisiensi operasional.

“Saya siap menjalankan tugas sebagai komisaris dengan penuh tanggung jawab dan mendukung visi PLN NP dalam transisi energi,” ujar Ade singkat.

Peran PLN Nusantara Power dalam Transisi Energi

PLN NP merupakan anak usaha PLN yang fokus pada pembangkitan tenaga listrik dan transisi energi. Perusahaan ini telah:

  • Menyelesaikan proyek strategis nasional seperti PLTS Terapung Cirata
  • Melaksanakan co-firing pada 24 PLTU di seluruh Indonesia
  • Menjadi penyedia bursa karbon terbesar di Indonesia
  • Mendukung pembangunan PLTS IKN 50 MW untuk smart city di Ibu Kota Negara

PLN NP menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 6,3 GW dari sumber energi baru dan terbarukan (EBT) hingga 2030.

Penutup: Antara Profesionalisme dan Persepsi Publik

Penunjukan Ade Armando sebagai Komisaris PLN Nusantara Power menjadi babak baru dalam karier politik dan akademiknya. Di tengah sorotan dan kontroversi, langkah ini menunjukkan bahwa transformasi korporasi BUMN tidak hanya soal teknis, tetapi juga soal keberanian menghadirkan figur yang berani dan berpikir kritis.

Tantangan ke depan adalah membuktikan bahwa penunjukan ini mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan mendukung agenda nasional menuju Net Zero Emission 2060.

Exit mobile version